Showing posts with label health. Show all posts
Showing posts with label health. Show all posts

Nov 24, 2010

Bahaya Minum Air Putih Sambil Berdiri




Dalam suatu kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli
akupuntur. Ini dibuktikan dari segi kesehatan.

Air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk akan disaring oleh sfringer.
Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos- pos penyaringan yang berada di ginjal....

Nah Jika kita minum berdiri, Air yang kita minum tanpa disaring lagi.
Langsung menuju kandung kemih... Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter..

Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa
menyebabkan penyakit kristal ginjal.

Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.. Susah kencing itu penyebabnya. .

Cara mengatasinya :
1. biasakan minum duduk.
2. banyak minum air putih tapi jangan kebablasan dan jangan terburu-buru

sumber: kaskus.us

10 Penyakit mental manusia

1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.
Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, "Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, "Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai
Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu
Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Sumber: http://kutuberas.blogspot.com/2009/10/10-penyakit-mental-manusia.html

Mata Bayi Copot Karena Kesalahan Penggunaan Forcep



Lincolnshire, Inggris, Proses kelahiran normal melalui vagina kadang-kadang menemui masalah sehingga dokter menggunakan alat untuk membantu mengeluarkan bayi. Alat bantu yang paling sering digunakan adalah vakum dan forcep.

Risiko cedera pada bayi dan ibu memang ada, tapi biasanya tidak begitu serius. Namun di Inggris seorang bayi mengalami kebutaan mata sebelah kiri dan kerusakan otak akibat salah penggunaan forcep. Ketika forcep ditarik mata kirinya menggelantung di pipi.

Xavier Cutillo (9 bulan) terpaksa kehilangan bola mata sebelah kiri dan mengalami keretakkan di tengkoraknya akibat penyalahgunaan forcep saat dilahirkan di Scunthorpe General Hospital, Desember 2009.

Bocah malang ini tidak akan pernah bisa melihat melalui mata kiri. Orangtuanya Emma Portogallo (22 tahun) dan Daniel Cutillo (23 tahun) harus menunggu bertahun-tahun untuk melihat apa efek dari kerusakan otak yang dialaminya.

Emma Portogallo dirawat di rumah sakit pada tanggal 21 Desember 2009, ia mengalami proses persalinan yang panjang dan tenaga medis berupaya mengeluarkan sang bayi dengan menggunakan ventouse suction cup.

Ketika usaha pertamanya gagal, dokter yang menanganinya mencoba kembali menggunakan alat tersebut hingga 7 kali. Padahal yang disarankan adalah hanya boleh melakukan upaya ini sebanyak 3 kali.

Saat metode ventouse yang digunakan gagal, Portogallo dipindahkan ke ruang operasi dan diberi epidural (obat bius). Tapi staf dokter tidak bercerita mengenai apa yang terjadi atau tentang risiko apapun yang terkait dengan prosedur persalinan pada Portogallo.

Portogallo mengaku saat itu merasa ada tarikan yang parah dan dokter berusaha untuk mengeluarkan bayinya dengan menggunakan forcep.

Ketika sang bayi berhasil keluar, bola mata sebelah kirinya menggantung keluar dari tempatnya dan menempel di pipi. Akhirnya pada hari itu juga dilakukan operasi darurat pada matanya dan ditemukan adanya keretakkan pada tengkorak dan pendarahan di otak.

"Anakku harus hidup dengan konsekuensi ini selama sisa hidupnya. Seluruh pengalaman traumatis ini telah meninggalkan trauma fisik dan emosional bagi saya dan ayah Xavier," ungkap Portogallo, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (1/10/2010).

Portogallo menuturkan memiliki bayi adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidup seseorang. Tapi hari tersebut menjadi mimpi buruk buat dia dan suaminya. Kini kedua orangtua hanya bisa menunggu dan melihat apakah Xavier bisa melihat melalui mata kiri atau tidak dan bagaimana perkembangan dari kerusakan otak yang dialaminya.

Seharusnya para dokter menginformasikan rencana prosedur yang akan dilakukannya, dan jika gagal dokter harus mendapatkan persetujuan pasien terlebih dahulu untuk menggunakan forcep saat persalinan.

Forcep digunakan dengan cara menjepit bagian kiri dan kanan kepala bayi dan menariknya keluar. Namun penggunaan forcep akan membuat risiko cedera atau trauma selama persalinan lebih besar dibandingkan dengan vakum.

Pemasangan forcep sendiri tidak boleh gagal, dalam arti tidak boleh ada salah satu bagian yang tidak bisa dikunci. Bila dipaksakan, kondisi ini dapat mencederai ibu atau bisa merobek bibir, hidung, mata atau bagian lain dari kepala bayi.

sumber: www.detikhealth.com

Kapok Setelah 100 Kali Operasi




California, Bagaimana rasanya menjalani lebih dari 100 operasi mulai dari operasi kecantikan, operasi melahirkan hingga operasi mengatasi sakit? Tanyakan pada Elizabeth Taylor yang kini mengaku kapok dioperasi lagi setelah menjalani lebih dari 100 kali operasi sepanjang hidupnya.

Sang ratu Holywood itu kini tak berdaya melawan aneka macam penyakit yang masuk ditubuhnya yang kini berusia 78 tahun. Kini Liz makin layu di atas kursi roda karena penyakit Scoliosis, yakni kelainan tulang belakang yang membuat badannya melengkung tidak normal.

Sebelumnya Liz harus berjuang melawan tumor otak, diabetes, pneumonia, kanker kulit, kejang-kejang hingga stroke.

Seperti dilansir Telegraph, Rabu (31/3/2010), keluarga dan temannya mengatakan Liz sangat lelah dan lemah untuk pergi lagi ke meja operasi. Padahal sakitnya saat ini cukup serius yang biasanya Scoliosis diatasi dengan operasi.Pemenang Oscar dua kali itu berulangkali masuk rumah sakit dan tahun ini sudah ketiga kalinya masuk rumah sakit dengan menggunakan kursi roda.

Lehernya terkadang tidak bisa tegak dan tak mampu mengangkat kepalanya. Tapi sang bintang bersikeras tidak mau lagi tidur di meja operasi.

"Ia menghabiskan harinya dengan duduk di kursi roda dengan kepala terkulai di bahunya. Ini satu-satunya posisi yang nyaman buat dia," kata orang dekat Liz.Bintang film Cleopatra ini suatu kali pernah mengatakan," Saya masuk rumah sakit sesering orang masuk taksi," katanya.

Sang 'Cleopatra' antara lain pernah menjalani 2 kali operasi panggul, 5 kali operasi punggung, 3 kali operasi caesar. Sisanya kebanyakan operasi kecantikan untuk wajah, payudara dan lainnya. Aktris yang menikah 8 kali ini juga pernah operasi jantung untuk mengobati gagal jantung.



Sumber: http://www.detikhealth.com

Nov 23, 2010

Pelajar Korea Pilih Permak Wajah Sebagai Hadiah Kelulusan

Seoul, Bagi banyak pelajar, prestasi lulus ujian perlu diapresiasi dengan hadiah sepeda motor baru atau liburan ke luar negeri. Pelajar di Korea Selatan juga demikian, tetapi umumnya bukan hadiah motor atau liburan yang diminta melainkan operasi plastik.

Jenis operasi yang paling digemari para pelajar di negeri gingseng itu adalah "westernisasi", yakni membentuk hidung dan mata agar tampak kebarat-baratan. Hidung dibikin mancung dan melengkung ke atas, sementara mata dibuatkan kelopak ganda untuk menghilangkan kesan sipit.

Tingginya minat para pelajar terhadap operasi plastik dimanfaatkan para pengelola rumah sakit untuk mengeruk keuntungan. Berbagai cara dilakukan agar semakin banyak pelajar yang tertarik, salah satunya dengan memberikan diskon khusus bagi para pelajar.

Sebuah rumah sakit yang tidak disebut namanya mematok harga 900.000 won atau sekitar Rp 7,1 juta untuk paket khusus pelajar yang terdiri dari operasi hidung dan mata sekaligus. Jika dilakukan terpisah, kedua jenis operasi itu bisa menghabiskan biaya 3,7 juta won atau sekitar Rp 29,2 juta.

"Paket ini paling banyak diminati, bahkan kadang-kadang kami sudah mulai melakukan observasi jauh-jauh hari sebelum ujian kelulusan," ungkap manajer rumah sakit tersebut kepada JoongAng Daily, seperti dilansir dari Msnbc, Minggu (21/11/2010).

Rumah sakit lain menggunakan taktik berbeda untuk menarik minat melakukan operasi plastik. Bukan pelajar yang dibidik, melainkan para orang tua terutama ibu-ibu yang ingin menyenangkan anaknya sekaligus hendak meremajakan penampilannya sendiri.

"Khusus pelajar, jika melakukan operasi plastik di sini maka kami akan memberi bonus suntik botox gratis untuk menghilangkan keriput di wajah ibu Anda," demikian bunyi iklan sebuah rumah sakit di Korea Selatan dalam mempromosikan paket operasi plastik.

Beberapa kalangan kurang menganjurkan bila operasi plastik dilakukan di usia remaja, sebab sifatnya mengubah penampilan secara permanen. Kalaupun harus dilakukan, biasanya perlu didahului dengan pemeriksaan dan pendampingan psikologis.

Operasi hidung atau disebut juga rhinoplasty termasuk jenis operasi plastik paling diminati remaja di seluruh dunia. Operasi ini sebenarnya tidak dianjurkan bagi remaja sebab pertumbuhan bentuk hidung umumnya baru berhenti pada usia 13-14 tahun (perempuan) atau 15-16 tahun (laki-laki).